
Lingkungan fisik dalam kelas dapat mendukung atau menghambat kegatan belajar aktif. Tidak ada satu susunan yang mutlak ideal, namun ada banyak pilihan yang tersedia. Pendekorasian Interior. Kegiatan belajar aktif merupakan hal yang menyenangkan dan menantang (khususnya bila perabotannya kurang ideal). Dalam beberapa kasus, perabotan kelas bisa disusun ulang untuk menciptakan formasi yang berbeda. Bahkan meja tradisional bisa disatukan agar membentuk meja meja besar dan juga membentuk formasi yang berbeda. Jika anda memilih melakukannya, mintalah siswa untuk membantu memindahkan meja dan kursi. Hal itu juga membuat mereka aktif. Sebagian besar tata lelatk yang disajikan dalam artikel ini dimaksudkan sebagai formasi yang permanen. Jika perabotan di kelas anda bisa pindah-pindah, maka sangatlah mungkin untuk menerapkan beberapa tata letak yang menurut anda sesuai. Anda juga akan menemukan saran tentang cara memanfaatkan lingkungan ruang kelas yang paling tradisional untuk kegiatan belajar aktif. Berikut cara tata letak atau menyusun meja kelas:
1. Bentuk U: Ini merupakan formasi serbaguna. Siswa bisa menggunakan permukaan meja untuk membaca dan menulis, dapat melihat anda dan/atau media visual anda dengan mudah. Degan Formasi ini siswa juga dapat dengan mudah dipasang, khususnya bila ada dua tempat duduk per meja. Susunan atau formasi ini cocok untuk mendistribusikan buku pelajaran dengan cepat kepada siswa karena anda dapat memasuki sisi dalam dari formasi bentuk U ini dan berjalan menuju titik yang berbeda dengan membawa materi pelajaran. Anda dapat menata meja dan kursi menjadi formasi U.
2. Gaya Tim: Mengelompokkan meja secara melingkar di dalamruang kelas memungkinkan anda untuk meningkatkan interaksi tim. Anda dapat menempatkan meja untuk membentuk formasi yang paling akrab. Jika ini anda dilakukan, beberapa siswa harus memutar kursi mereka agar menghadap ke depan kelas supaya bisa melihat anda dan papan tulis.
3. Meja Konferensi: Formasi ini sangat baik bila mejanya relatif bundar atau persegi. Formasi ini meminimalkan dominasi guru dan memaksimalkan peran siswa. Meja berbentuk empat persegi panjang bisa menciptakan kesan formal jika guru berada diujung meja.
4. Lingkaran: Interaksi tatap muka akan lebih baik dengan hanya menempatkan siswa dalam formasi lingkaran tanpa meja. Formasi lingkaran sangat ideal untuk diskusi kelompok besar. Bila ada ruang lingkaran yang memadai, anda dapat meminta siswa untuk menata kursi mereka secara tepat menjadi banyak formasi sub-kelompok.
5. Kelompok pada kelompok: Formasi ini memungkinkan anda untuk melakukan diskusi terbuka atau membuat drama, debat, atau melakukan pengamatan aktivitas kelompok. Disain yang paling umum terdiri dari formasi lingkaran kursi.
6. Ruang Kerja: Formasi ini cocok untuk lingakungan aktif khas laboratorium di mana siswa duduk di ruang kerja untuk mengerjakan soal atau tugas.
7. Pengelompokkan Berpencar: Formasi ini jika ruang kelas anda cukup besar atau jika tersedia tempat di ruangan sebelah, tempatkanlah meja dan kursi yang bisa digunakan oleh sub-sub kelompok untuk melakukan aktivitas belajar berbasis tim. Usahakan agar susunan berpencar ini cukup berjauhan agar tim-tim yang ada tidak saling mengganggu.
8. Tanda Pangkat: Formasi ini susunan ruangan kelas tradisional tidak kondusif bagi pelaksanaan nelajar aktif. Bila terdapat sejumlah siswa 30 atau lebih dan yang tersedia hanya meja kursi tradisional, adakalanya perlu menata siswa dengan gaya ruang kelas. Formasi V terbalik atau tanda pangkat dapat mengurangi jarak antar siswa, penglihatan yang lebih baik ke bagian depan kelas, dan lebih memungkinkan untuk melihat sesama siswa ketimbang bentuk deretan lurus.
9. Ruang kelas tradisional: Jika memang tidak memungkinkan untuk memnbuat formasi lengkung, cobalah untuk mengelompokkan kursi secara berpasangan untuk memungkinkan belajar secara berpasangan. Cobalah membuat deretan dalam jumlah genap dan beri ruang yang cukup antar deret itu agar pasangan siswa dalam deret ganjil dapat memutar kursi dan menciptakan kuartet dengan pasangan yang duduk tepat di belakangnya, atau dideretan berikutnya.
10. Auditorium: Lingkungan Auditorium memang kurang kondusif untuk kegiatan belajar aktif, namun masih ada harapan untuk itu. Jika kursinya bisa dipindah, tempatkanlah dalam bentuk busur untuk menciptakan kedekatan dan siswa bisa melihat bagian depan kelas dengan lebih jelas.
Terimakasih kepada Sumber : Melvin L. Siberman, Penerbit NUSAMEDIA & Penerbit NUANSA
Itulah artikel yang diinginkan pengunjung dan pembaca tentang tekhnik tata letak meja kelas. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Baca juga artikel lainnya. Terimakasih!!!