Puisi tentang hidup dan matiku karya anak bangsa
| 10:24 PM |
Hidup dan matiku
Terimakasih yaallah
Engkau telah memberikan
Kehidupan untukku
Sebagai hamba-Mu
Maafkanlah sikap ku
Yang tlah
Meninggalkan dan melalaikan
Segala perintah-Mu
Betapa tlah ku pasrahkan
Hidup dan matiku hanya pada-Mu
Bagaikan rumput
Yang terombang-ambing oleh angin
Terkadang aku merasa
Kehidupan ini tak adil
Namun aku tetap berusaha
Untuk mensyukuri nikmat-Mu
Tak dapat ku hitung
Segala nikmat-Mu
Bahkan tertera dalam al-qur'an
"Maka nikmat allah yang mana lagikah yang sanggup kita dustakan"
Hidup ini hanya sementara
Bukan untuk selamanya
Namun kematianlah
Yang abadi
Dan terkadang akumerasa takut
Akan mati yang ku alami
Dimana aku harus melewati
Jembatan siratal mustaqim dari sehelai rambut
Tapi cepat/lambat
Pasti semua itu pasti akan menjumpai
Ketika saatnya
Raga menghadap sang ilahi.
Karya : Fransiska sari (Siswa SMK Muhammadiyah Gebang, Cirebon)
Terimakasih yaallah
Engkau telah memberikan
Kehidupan untukku
Sebagai hamba-Mu
Maafkanlah sikap ku
Yang tlah
Meninggalkan dan melalaikan
Segala perintah-Mu
Betapa tlah ku pasrahkan
Hidup dan matiku hanya pada-Mu
Bagaikan rumput
Yang terombang-ambing oleh angin
Terkadang aku merasa
Kehidupan ini tak adil
Namun aku tetap berusaha
Untuk mensyukuri nikmat-Mu
Tak dapat ku hitung
Segala nikmat-Mu
Bahkan tertera dalam al-qur'an
"Maka nikmat allah yang mana lagikah yang sanggup kita dustakan"
Hidup ini hanya sementara
Bukan untuk selamanya
Namun kematianlah
Yang abadi
Dan terkadang akumerasa takut
Akan mati yang ku alami
Dimana aku harus melewati
Jembatan siratal mustaqim dari sehelai rambut
Tapi cepat/lambat
Pasti semua itu pasti akan menjumpai
Ketika saatnya
Raga menghadap sang ilahi.
Karya : Fransiska sari (Siswa SMK Muhammadiyah Gebang, Cirebon)

0 comments:
Post a Comment